Ajukan KPR Inden, Ini Cara Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Ajukan KPR Inden, Ini Cara Serta Kelebihan dan Kekurangannya

Mungkin kamu bertanya, apa yang dimaksud dengan KPR Inden itu? KPR rumah inden sebenarnya adalah sebuah program KPR yang dapat dipakai debitur untuk memiliki rumah yang belum sepenuhnya jadi. Dengan ini, kamu bisa wujudkan rumah imajinasimu dengan mendesain ulang beberapa bagian. Tapi, bagaimana caranya?

Cara Mengajukan KPR Rumah Inden

Untuk kamu yang masih bingung soal KPR rumah inden ini, ini sudah sesuai dengan peraturan yang telah ada, kok! Jadi, kamu tak perlu merasa bingung. Namun, kamu bisa memperoleh KPR rumah inden asalkan ketika kamu mengajukannya, itu adalah pembelian pertama kamu.

Jadi, jika sebelumnya sudah, maka kamu tak bisa ajukan lagi. Lalu, bagaimana dengan tahap pengajuan KPR rumah inden ini? Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa cek di bawah ini mengenai tahapnya!

  1. Booking Fee

Pertama, kamu harus melakukan booking fee lebih dulu. Ini adalah tahap awal di mana harus ada kesepakatan harga rumah inden yang harus kamu bayarkan. Besarannya biasanya bervariasi. Sekitar 10 jutaan per rumah. Biaya ini umumnya akan mengurangi besaran uang muka yang akan kamu bayarkan nantinya.

  1. Perjanjian Pengikatan Jual Beli

Jika sudah booking fee, hal lain yang akan dilakukan adalah perjanjian pengikatan jual beli atau PPJB. Ini dilakukan untuk mengikat pengembang dan pembeli agar patuh dalam transaksi. Isinya antara lain mengenai detail rumah dan hak serta kewajiban masing-masing pihak. Biasanya, PPJB ini akan dibuat dan ditandatangani saat penyerahan booking fee.

  1. Penyerahan Dokumen

Tahap selanjutnya dalam pengajuan KPR rumah inden adalah penyerahan dokumen. Dokumen adalah syarat KPR yang harus diserahkan pada pihak bank agar bank bisa melakukan penilaian untuk menentukan kelayakan KPR tersebut. Selain itu, ini juga dilakukan dengan cara wawancara terhadap pemohon.

  1. Uang Muka

Selanjutnya, akan dilanjutkan dengan pembayaran uang muka jika permohonan KPR yang dilakukan diterima. Pembayaran uang muka ini akan dilakukan sesuai dengan ketentuan. Jika harga rumah adalah sekitar 500 juta, maka DP yang ditetapkan adalah sekitar 15% dari harga tersebut.

Ini sudah sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia soal DP rumah KPR ini. Jadi, besaran dana yang harus kamu setor adalah 75 juta rupiah. Selain uang muka, kamu juga harus membayarkan biaya pra kredit rumah mudah seperti biaya provisi, appraisal serta asuransi yang melingkupi pertanggungan jiwa dan kebakaran.

  1. Akad Kredit

Ketika DP sudah dibayar, harus ada notaris yang menyaksikannya. Notaris ini ditugasi bank, namun kamu juga bisa mengusulkan notaris sendiri. Tugasnya adalah untuk mengurus semua dokumen KPR seperti perjanjian atau akad kredit, akta jual beli, biaya balik nama, pajak, cek sertifikat, serta akta pemberian hak tanggungan.

  1. Bayar Cicilan

Setelah penandatangan kredit dilakukan, maka pengembang akan langsung membangun rumah yang kamu inginkan sesuatu dengan perjanjian yang ada. Selama pembangunan, kamu diharuskan untuk membayar cicilan KPR setiap bulannya.

  1. Evaluasi

Nah, inilah yang membedakan KPR rumah inden dan KPR sudah jadi. Dalam perjanjian khusus antara pengembang dan pihak bank, ditentukan target selesainya rumah. Untuk rumah lantai 1, biasanya dipatok 12 bulan harus selesai. Sedangkan untuk rumah dua lantai, biasanya 18 bulan jangka waktu maksimalnya.

Adapun sebelum KPR dicairkan, pengembang akan diminta membuat jaminan bahwa bangunan selesai sesuai jadwal dan spesifikasi. Jika ternyata molor atau ada spesifikasi yang berbeda, maka pembeli bisa meminta pengembang untuk membeli kembali rumah tersebut.

Kekurangan Mengambil KPR Rumah Inden

Ada beberapa risiko yang bisa kamu derita saat mengambil KPR rumah inden ini. Oleh karena rumah yang kamu beli belum benar-benar jadi, maka ada kemungkinan bahwa rumah yang kamu beli tidak akan sesuai dengan harapan kamu. Lebih parah dari itu, bisa saja rumah tersebut tertunda penyelesaiannya atau malah gagal selesai.

Risiko ini sebenarnya bisa diperkecil jika kamu memastikan bahwa pengembang dari rumah yang hendak kamu beli memiliki rekam jejak yang baik. Nah, untuk mendapatkan itu, tentunya kamu harus mencari informasi mengenai proyek yang sudah mereka kerjakan sebelumnya. Apakah hasilnya memuaskan atau tidak.

Selain itu, kamu juga bisa memastikan bukti fisik dokumen resmi dari rumah yang hendak kamu beli. Tujuannya tentu saja agar kamu tidak terkena masalah di kemudian hari. Gunakanlah jasa notaris atau ahli hukum terbaik agar kamu yakin bahwa rumah tersebut sudah bersih di mata hukum.

Keuntungan Mengambil KPR Rumah Inden

Tentu saja, di balik risiko yang bisa kamu hadapi dengan mengambil KPR rumah inden, kamu juga bisa mendapatkan manfaatnya. Keuntungan yang bisa kamu dapatkan dari mengambil KPR rumah inden ini sebenarnya cukup besar. Salah satunya adalah masalah harga. Harga rumah inden biasanya lebih murah dibanding rumah yang sudah jadi.

Selain itu, oleh karena rumah tersebut belum selesai, kamu bisa menyesuaikan desain rumah sesuai dengan desain yang kamu inginkan. Jika kamu ingin desain rumah yang bikin relax, kamu bisa melakukannya. Kamu juga bisa menggunakan jasa arsitek atau desain interior pilihan kamu untuk membangun dan menata rumah sesuai dengan keinginan.

Nah, bagaimana? Tertarik untuk mengambil KPR rumah inden? Sebenarnya, nyaris tak ada beda antara KPR rumah inden dengan rumah yang sudah jadi. Namun, kalau kamu tipe orang yang suka mendekorasi dan mendesain ulang, maka mengambil KPR rumah inden ini adalah pilihan terbaik sebab rumah yang kamu dapat bisa sesuai dengan keinginan kamu!

shares